Seminar Seks dan Arsitektur yang akan diadakan pada tanggal
25 – 26 Maret 2010.
Kegiatan ini didukung oleh IAI dan menjadi bagian dari program PKB-IAI berdasarkan Surat IAI No. 278/PN/XII/2009
Susunan acara seminar Seks dan Arsitektur24 Maret 2010 Pembukaan Pameran
25 Maret 2010 Seminar hari pertama08.00-09.00 Registrasi ulang
09.00-09.05 Pembukaan
09.15-09.30 Sambutan oleh Rektor Universitas Tarumanagara
09.30-10.00 Pembicara kunci
10.00-10.30 Dr. Heru H. Oentoeng Sp.And
110.30-11.15 Dr. Sarlito Wirawan
211.15-12.00 Prof. Eko Budihardjo, M.Sc.
312.00-13.00 Istirahat dan makan siang
Presentasi makalah terpilih
13.00-15.00 Ira Mentayani, MT | Ir. Alvin Hadiwono | Ir. Suwandi Supatra
4 + | Rahmiyatal Munaja
315.00-15.30 Rihat kopi
15.30-16.00 Kesimpulan
25 Maret 2010 Seminar hari kedua08.00-09.00 Registrasi ulang
09.00-09.15 Rihat kopi
09.15-11.30 Ir. Popo Danes, IAI | Budi Pradono | Prof.Dr.Ir. Josef Projotomo, M.Arch
511.30-13.00 Istirahat, shalat jumat, dan makan siang
13.00-13.45 Ir. Chairul Amal Septono, MTP, HDII
6 Presentasi makalah terpilih
13.45-15.45 Muhammad Baharudin | Rahadhian P.H.
5 + | Doddy Yuono, S.T., M.T. | A. Rudyanto Soesilo
615.00-15.30 Rihat kopi
15.30-16.00 Kesimpulan
16.45-17.15 Penutup oleh Ketua Ilumarta
Keterangan
Bidang: 1. Kedokteran | 2. Psikologi | 3. Perkotaan/Kawasan | 4. Spatial | 5. Arsitektur/Bangunan | 6. Interior
LATAR BELAKANGLingkungan arsitektural terus diciptakan, dibangun, dan dipelihara oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi hidupnya yang berkembang dari waktu ke waktu. Kemajuan peradaban umat manusia yang terutama ditentukan oleh perkembangan ilmu & teknologi dan pendidikan massal hingga saat ini, sangat memengaruhi aspirasi manusia dalam membangun habitatnya. Sebagian kecil dibangun memang karena kebutuhan (needs), tapi pada masyarakat modern yang hidup di lingkungan perkotaan, kebanyakan dibangun karena aspirasi atau keinginan (wants) para penghuni kota. Pada konsep wants manusia, misalnya, kekuatan memilih (pilihan apa saja) merupakan penentu tingkatan kesejahteraan masyarakat modern di dunia ini.
Dengan konsep demikian, manusia sekarang ini banyak membangun sesuatu yang lebih besar, lebih megah, lebih luas, lebih banyak, lebih spesialistik, lebih unik, lebih mewah, lebih berorientasi kepada individual atau kelompok kecil, dan tidak terbatas. Termasuk pilihan membangun fasilitas hanya untuk kelompok elit tertentu atas pertimbangan kelompok seks (gender), atau membangun fasilitas untuk kebutuhan individual yang berorientasi pada sensualitas dan seksualitas, atau mengekspresikan kehadiran sosok bangunan & lingkungan, termasuk ruangan dalam ke dalam kategori feminin dan maskulin sesuai dengan fungsi tertentu.
Pertanyaan yang menggelitik adalah, apakah isu-isu berkenaan sensualitas, seksualitas, kebutuhan libido manusia, ekspresi feminin & maskulin, atau hal-hal berkonotasi gender, dapat ditampilkan pada karya-karya arsitektural (termasuk ruangan dalam) yang dirancang oleh arsitek? Mengapa isu-isu itu dianggap perlu dan apa tujuan utamanya? Bagaimana cara menampilkan konsep-konsep semacam itu pada proses desain? Apakah isu-isu di atas pernah dimunculkan/didiskusikan pula oleh para klien sehingga menjadi kriteria rancangan (design criteria) yang harus dicari penyelesaiannya oleh arsitek?
TUJUAN- Wadah diskusi dan tukar pendapat untuk para pakar, perancang lingkungan, arsitek, peneliti, dan pengamat, mengenai isu Seks dan Arsitektur yang mulai berkembang di masyarakat sekarang ini.
- Wadah informasi bagi masyarakat umum, pemerhati kehidupan perkotaan, dan para mahasiswa berbagai program studi terkait (arsitektur, interior, psikologi, sosiologi, komunikasi) untuk membuka wawasan dan pengetahuan spesialistik mengenai isu dan konsep tentang Seks dan Arsitektur.
- Memberikan penguatan dan apresiasi terhadap isu Seks dan Arsitektur di forum yang sama, akan diberikan kesempatan kepada siapa saja (pakar, peneliti, arsitek, dan mahasiswa) untuk mengirimkan karya tulis dan/atau poster mengenai isu tersebut.
WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN25 dan 26 Maret 2010Auditorium Gedung Utama, Kampus I Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S.Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
BiayaRp350.000,00 (umum)
Rp150.000,00 (mahasiswa)
Kegiatan ini adalah bagian dari program PKB-IAI dan mempunyai nilai kumulatif, berdasarkan surat IAI No. 278/PN/XII/2009
*(sudah termasuk seminar kit, makan siang, rihat kopi, sertifikat)
Pembayaran melalui
BCA no.rek.
482.0180009 an.
Sylvia Wirawati/Rudy SuryaBukti transfer dan formulir pendaftaran di faks ke 021-563 8328
PROCEEDINGS Dapat dibeli pada saat seminar berlangsung, pengganti ongkos cetak
Rp80.000,00Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Arsitektur Tarumanagara, bekerja sama dengan Jurusan Arsitektur Untar dan didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia
Sangat senang bila Anda menyebarluaskan info ini kepada teman atau relasi Anda, sebab siapa tahu di antara mereka ingin berpartisipasi di kegiatan ini.Informasi dapat juga dilihat di situs ilumarta
http://www.ilumarta.org atau menghubungi sekretariat Ilumarta.
----------------------------
Sekretariat Ilumarta
Universitas Tarumanagara | Jurusan Arsitektur | Kampus 1 - Gedung Blok L lantai 7
Jl. Letjen. S. Parman No. 1 | Jakarta 11440
T: +62 021 5638328 | F: +62 021 5638328 | S: 08569-1123363
E:
sekretariat@ilumarta.org |
http://www.ilumarta.org/