Berita Acara Kurasi dan Verifikasi Administratif Sayembara Gagasan Desain Kantor Wali Kota Gorontalo
Dalam rangka pelaksanaan Sayembara Desain Kantor Wali Kota Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Gorontalo bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Gorontalo telah melaksanakan tahapan kurasi dan verifikasi administratif terhadap seluruh dokumen pendaftaran serta karya yang diterima dari peserta sayembara, total sebanyak 110 tim mengirimkan karya dan dikurasi administrasi oleh panitia.
Proses kurasi administratif dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh peserta telah memenuhi ketentuan administrasi sebagaimana diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) Sayembara, termasuk kelengkapan dokumen peserta, kesesuaian format pengumpulan karya, serta pemenuhan persyaratan lainnya yang telah ditetapkan oleh panitia.
Seluruh karya dan dokumen yang masuk diperiksa secara cermat dan menyeluruh oleh panitia. Dalam proses tersebut, panitia juga melakukan korespondensi kepada peserta tertentu terkait kebutuhan pelengkapan atau penyesuaian dokumen administratif. Korespondensi dilakukan secara terbatas dan tidak berkaitan dengan substansi desain, konsep perancangan, maupun isi materi karya peserta.
Berdasarkan hasil kurasi dan verifikasi administratif yang telah dilaksanakan, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan administratif sebanyak 104 tim dan ditetapkan berhak mengikuti tahapan penjurian sesuai agenda dan mekanisme sayembara yang telah ditentukan.



Sebagai penutup, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi nya dalam Sayembara Desain Kantor Walikota Gorontalo, serta saran yang diberikan untuk menyukseskan penyelenggaraan acara ini.
Kami menghargai seluruh usaha, waktu, perhatian, dan karya yang dihasilkan pada kegiatan sayembara ini, dengan sama besar tanpa membedakan antara 1 peserta dengan yang lain. Semoga penyelenggaraan sayembara ini dapat menjadi langkah awal bagi IAI Provinsi Gorontalo dan arsitek di seluruh Indonesia untuk terus mendukung pemerintah daerahnya dalam membangun ekosistem pengadaan jasa via kontestasi dan sayembara.